Pandeglang, Suaraperadilannews.net -- Pemusim hujan saat ini merupakan suatu anugrah buat kita semua, khusus kalangan petani sawah dan kebun bisa melangsungkan bercocok tanam, dan petani sawah dapat menggarap sawahnya. Selasa 15/11/22
Namun di sisi lain petani sawah dan petani kebun menjerit dan menangis, bagaikan anak tiri, di sebabkan kurangnya perhatian, dan keluhan yang tidak di dengar,
Jerit dan tangis ini dirasakan oleh warga masyarakat kp Plered, desa mekar sari, kec Panimbang, keluhan ini di rasakan datangnya musim hujan, di sebabkan jalan yang licin dan berlumpur sulit untuk di lalui oleh warga masyarakat kp Plered desa mekar sari, dan anak anak yang berangkat kesekolah pun terpaksa harus melepaskan sepatunya di saat melintas di jalan kp Plered, desa mekar sari, kec Panimbang.
Hasan warga kp plered, menyampaikan ke awak media.
Saya selaku warga masyarakat kp Plered, desa mekar sari, kec Panimbang, yang sudah bertahun tahun tinggal di kp Plered, bahwa jalan di kp Plered belum pernah mendapatkan bantuan pembangunan jalan betonisasi seperti di kp, kp lain, yang sudah bagus dan bermangfaat buat masyarakat.
Masih ucap Hasan. "Sebenarnya kp Plered, desa mekar sari ini sebenarnya pengasilannya pertanian sawah dan kebun sungguh luar biasa hasilnya. Namun sangat di sesalkan sekali jalan Plered ini kurang di perhatikan oleh pihak pemerintah.
Masih kata Hasan, warga masyarakat kp Plered, desa mekar sari, ke awak media.
Di desa mekar sari, kec Panimbang, khususnya kp Plered, saya selaku warga masyarakat memohon kepada pemerintah, untuk bisa memperhatikan kesulitan kami selaku warga masyarak Plered, sangat membutuhkan aset jalan Plered bisa di bangun, demi perkembangan perekonomian dan kesejah teraan masyarakat, tutup Hasan.
Autor; HR.








0 Komentar untuk "JERITAN DAN TANGISAN, BAGAIKAN ANAK TIRI, JALAN Kp PLERED, DESA MEKAR SARI, SEPERTI BUBUR"