PANDEGLANG, Suaraperadilannews.net – Pengerjaan proyek infrastruktur dengan menggunakan anggaran negara tentunya butuh pengawasan yang intens sehingga pelaksana kegiatan tidak bermain-main dalam melaksanakan pekerjaannya dan tetap konsekwen dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) maupun spesifikasi teknis.
Ironisnya, pengawasan itu sepertinya tidak berjalan pada proyek Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang berlokasi di Cikaramat Kelurahan/Desa UjungJaya, dalam pelaksanaannya dikerjakan secara swakelola oleh Kelompok Mitra Air P3A Mekarjaya Kelurahan/Desa UjungJaya Kecamatan Sumur/Kabupaten Pandeglang, Banten.
Dalam pantauan media saat di lokasi, Kamis (3/11/2022), kegiatan yang bersumber dari APBN Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau – Ciujung – Cidurian, dengan Pagu Anggaran Rp. 195.000.000,- yang dilaksanakan secara swakelola oleh kelompok Mitra Air P3-A Mekarjaya, dalam pengerjaannya nampak terlihat pada bangunan yang diperkirakan dengan panjang sekitar 300 meter kali dua.
Dalam pengerjaan bangunan pondasi galian terlihat kurang dalam, hal ini terlihat banyaknya lubang pada permukaan dasar pondasi lantaran batu pondasi hanya ditumpangkan pada permukaan lahan, sehingga dipastikan besar kemungkinan minimnya kekuatan pada bangunan tersebut.
Salah seorang petani warga kelurahan setempat yang enggan disebut namanya ketika ditemui Team media, saat di lokasi mengatakan, bahwa dirinyapun sangat menghawatirkan pekerjaan dengan bangunan irigasi tersebut. takut tidak lama kekuatannya, apalagi matrial pembangunan dari bahan semen yang berbeda merek menjadi kulitas yang sangat kurang baik.
Selain, itu bangunan pondasi yang dikerjakan pada galian permukan tanah yang kurang dalam akan berakibat minimnya kualitas pada bangunan, sedangkan aliran air pada irigasi tersebut sangat deras, untuk mengairi pesawahan di wilayah keramat Kelurahan/Desa UjungJaya. Di khawatirkan akan terkikisnya permukaan pelesteran yang kurang tebal akan menjadi keretakan pda pembngunan irigasi.
Sementara salah seorang pekerja mengatakan saat, di kompirmasi bahwa pekerjaan P3-A Di borongkan kepada kelompok masyarakat yang berbeda kelompok, bukan upah harian terangnya,
Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) adalah merupakan program peningkatan jaringan irigasi dengan berbasis peran serta masyarakat petani yang dilaksanakan oleh perkumpulan petani pemakai air, gabungan perkumpulan petani pemakai air atau induk perkumpulan petani pemakai air yang mana tujuannya untuk mendukung program ketahanan pangan nasional dalam rangka upaya peningkatan kemampuan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat petani dalam perbaikan jaringan irigasi secara partisipatif.
“Melihat kondisi pelaksanaan pengerjaan irigasi yang seperti ini, pekerjaan pembagunan kurangnya pengawasan dari team pelaksana selaku pemangku kegiatan yang tidak sesuai spesifikasi atau perencanaan awal, lantas dimana peran pendamping dan konsultan.
Saya minta Pemerintah jangan asal bikin proyek, jangan sampai program ini dilaksanakan hanya untuk penyerapan anggaran semata tanpa memperhatikan asas manfaatnya,” cetusnya. disesalkan hingga berita ini diterbitkan,
Ketua kelompok tani P3-A Mitra Air Mekarjaya Kelurahan/Desa UjungJaya, saat kami memantau kegiatan ke-lokasi ketua kelompok sedan tidak ada di tempat, kamipun meminta tolong kepada salah satu pekerja yang sedang istirahat. Setelah itu, ketua kelompok mendatangai kelokasi bersama rekan rekanya, selang beberapa jam kemudian kepala desa, juga datang.
Kami selaku Team, menyakan kegiatan P3-A kepada kepala desa, apakah pekerjaan ini di borongkan pak, dan bahan matrial semen berbeda merek, apakah seperti itu dalam pelaksanan teknis. Kepala desa menjawab. Atas pertanyaan dan konfirmasi team, kalau pekerjaan tidak di borongkan haya beberapa pekerja yang sudah di bagi kelompok untuk mengerjakan pembngunan irigasi penguna Air P3-A, papar, " kepala desa. kamipun mengutip pembicaraan kepala desa yang sudah menjawab pembicaraan team tersebut, adanya dugaan pelaksana P3-A yang di borongkan kepada pekerja juga bahan matrial semen yang berbeda merek.
Kami mencermati, atas penyampaian kepala desa, semata mata kepala desa tidak terbuka dan menutup nutupi pelaksanan pembangunan irigasi penguna Air P3-A Cikeramat yang sudah diborongkan pekerjaannya. Kegiata P3- A masih berjalan sesuai kontrak yang ditetapkan./Red, Team
Tag :
Bedah Peradilan








0 Komentar untuk "Diduga Pengerjaan Irigasi P3-TGAI Cikaramat Tidak Sesuai Spesifikasi, Pemerintah Jangan Asal Bikin Proyek Yang Jangal "